Dari Gang Kecil Siantar
ke Jantung Ibu Kota
Kisah 35 tahun perjalanan kuliner autentik Pematangsiantar — dari sebuah gerobak kecil di Jalan Surabaya hingga hadir di Sedayu City, Kelapa Gading, Jakarta.
Warisan Kuliner
Pematangsiantar
Lebih dari tiga dekade yang lalu, sebuah gerobak kecil berdiri di pinggir jalan Pematangsiantar — tepat di depan Chunghua School / Perguruan Sultan Agung, sekolah bersejarah yang berdiri sejak 1909. Tidak ada yang menyangka bahwa hidangan sederhana dari gerobak itu suatu hari akan menjadi salah satu kuliner favorit warga Jakarta.
Nama "Galung" bukan sekadar nama dagang. Nama ini diambil dari Paman Buyut kami yang bermarga Hutagalung — sebagai bentuk penghormatan kepada beliau sebagai sosok pionir dan pencipta formula hidangan legendaris ini. Sebuah warisan yang kami jaga dengan sepenuh hati hingga hari ini.
Di sinilah lahir Nasi Galung — hidangan Nasi Sayur khas Siantar dengan perpaduan sayur gulai, sambal tauco, bihun Medan, ikan teri, dan sambal hijau yang menciptakan cita rasa yang sulit dilupakan.
"Dari gang kecil Siantar ke jantung ibu kota."

35 Tahun Cita Rasa Autentik
Dari gerobak pinggir jalan hingga restoran modern — perjalanan yang tidak pernah mengubah satu hal: keaslian rasa.
1989 — Lahir di Pematangsiantar
Tahun 1989, orang tua kami memulai perjalanan kuliner dari sebuah outlet kecil di Jalan Surabaya, Pematangsiantar, dengan nama "Rezeki Baru – Versi Galung".
Menu andalannya adalah Nasi Galung — hidangan Nasi Sayur atau Nasi Rames khas Siantar yang tidak ada duanya. Perpaduan nasi putih dengan sayur gulai, sambal tauco, bihun Medan, ikan teri, dan sambal hijau menciptakan cita rasa yang sulit dilupakan bagi siapa pun yang mencicipinya.
Outlet ini berdiri tepat di depan Chunghua School / Perguruan Sultan Agung — salah satu sekolah bersejarah Pematangsiantar yang berdiri sejak 1909.


1991 — Lahirnya War'Es dan Menu Legendaris
Hanya berselang dua tahun, kami membuka War'Es 1991 — sebuah warung makan di gang kecil di Jalan Merdeka, Pematangsiantar. Di sinilah menu-menu ikonik pertama kali lahir dan dicintai masyarakat Siantar:
- Mie Sop Ayam — mie kuning dengan kuah kaldu gurih, ayam suwir, perkedel kentang, kerang rendang, dan kerupuk merah putih khas
- Sate Kerang — kerang dengan bumbu rempah yang kaya
- Es Koteng — minuman segar khas Siantar dengan kolang-kaling dan permen jahe
- Bubur Sumsum — kehangatan dalam semangkuk tepung beras dan santan
Menu-menu ini adalah bagian dari memori kolektif masyarakat Pematangsiantar — hidangan yang menemani generasi demi generasi, dari sarapan hingga makan malam keluarga.
2001 — Merantau ke Jakarta
Memasuki tahun 2001, dengan modal semangat dan resep autentik yang telah teruji lebih dari satu dekade, kami memboyong Nasi Galung ke Pluit, Jakarta Utara.
Memperkenalkan makanan khas daerah kepada lidah warga ibu kota adalah perjuangan tersendiri. Namun cita rasa yang jujur dan konsisten berbicara lebih keras dari kata-kata. Perlahan tapi pasti, Nasi Galung menemukan tempat di hati warga Jakarta.
Cabang demi cabang dibuka — dari Palem, Dutamas, hingga Gading Serpong — membawa satu misi yang sama: menghadirkan kehangatan kuliner Pematangsiantar untuk setiap keluarga di Jakarta.


2026 — Hadir di Sedayu City, Jakarta
Kini warisan 35 tahun itu hadir dalam bentuk yang lebih dari sekadar restoran. Nasi Galung X Keith di Sedayu City, Kelapa Gading, memadukan cita rasa autentik Pematangsiantar dengan konsep modern yang nyaman.
Berkolaborasi dengan Keith Coffee & Eatery, kami menghadirkan pengalaman makan yang utuh — dari sarapan pagi hingga malam, dari hidangan berat warisan Siantar hingga kopi spesial Kampoeng, Matcha Series, dan dessert pilihan.
Lebih dari 80 menu pilihan, rating 4,9 dari 5, dan ratusan ulasan pelanggan setia membuktikan bahwa cita rasa Siantar telah menemukan rumahnya di Jakarta.
📍 Jln. Sedayu City Boulevard Timur Blok B No.7, Kelapa Gading, Jakarta Timur • Buka 09.00–21.00 setiap hari
Apa Itu Nasi Galung?
Nasi Galung adalah hidangan nasi sayur khas Siantar yang berbeda dari nasi rames pada umumnya. Keistimewaannya ada pada perpaduan bumbu yang telah diwariskan selama lebih dari 35 tahun — formula yang tidak pernah berubah sejak 1989.
Inilah enam elemen yang membuat Nasi Galung tidak tergantikan:
Selain Nasi Galung, menu khas yang wajib dicoba: Mie Sop Ayam, Ikan Manyung Goreng, Ayam Goreng, Rendang Sapi, hingga Kopi Kampoeng asli Pematangsiantar yang harum.

Ikon Pematangsiantar
Pematangsiantar adalah kota yang membentuk jiwa Nasi Galung. Dari Becak BSA yang ikonik, Monumen Raja Sang Naualuh, hingga Kopi Risda yang harum — semua adalah bagian dari identitas yang kami bawa ke Jakarta.



Nasi Galung X Keith
Sedayu City, Kelapa Gading
Warisan 35 tahun itu kini hadir dalam bentuk yang lebih dari sekadar restoran. Nasi Galung X Keith di Sedayu City adalah perpaduan antara cita rasa autentik Pematangsiantar dengan konsep modern yang nyaman dan bersahabat untuk seluruh keluarga.
Berkolaborasi dengan Keith Coffee & Eatery, kami menghadirkan pengalaman makan yang utuh — dari sarapan pagi hingga malam hari, dari hidangan berat warisan Siantar hingga kopi spesial Kampoeng, Latte Series, Matcha Series, Milkshake, dan berbagai dessert pilihan.

"Dari gang kecil Siantar ke jantung ibu kota."
Selama 35 tahun, satu hal yang tidak pernah berubah: komitmen kami untuk menjaga keaslian rasa. Resep yang sama, bumbu yang sama, kehangatan yang sama seperti ketika pertama kali disajikan di Pematangsiantar pada tahun 1989. Karena bagi kami, makanan bukan sekadar konsumsi — makanan adalah cerita, identitas, dan warisan yang layak untuk terus dijaga dan dibagikan.
Rasakan Sendiri
35 Tahun Cita Rasa Siantar
Nasi Galung X Keith — Sedayu City, Kelapa Gading, Jakarta Timur
Jln. Sedayu City Boulevard Timur Blok B No.7 • Buka setiap hari 09.00–21.00 WIB